SUPERMARKET
TANPA KASIR
Oke seperti pada judulnya dipostingan saya kali ini saya akan membahas yang namaya Supermarket Tanpa Kasir.Disini saya mengambil beberapa contoh diantaranya Amazon, Tao Cafe, dan untuk di Indonesia Sendiri yaitu JD.ID X.
Nah daripada
kalian penasaran kita langsung aja liat penjelasan singkatnya ya !!
Di dunia yang semakin modern ini, dimana gaya hidup masyarakat yang berkembang seiring dengan perubahan zaman. Setiap orang saling berlomba-lomba untuk membuat suatu inovasi yang diharapkan bisa berguna bagi dirinya dan yang terutama bisa berguna bagi masyarakat luas bahkan seluruh penduduk di dunia.
Inovasi yang
diciptakan saat ini sangatlah luar biasa, bahkan bisa dikatakan diluar akal sehat
manusia, dikarenakan Inovasi saat ini bisa dikatakan merambah bukan hanya
dibidang teknologi, melainkan mampu merubah sebuah sistem yang sudah adadan dapat
digantikan lagi oleh sebuah ide baru yang masih segar. Untuk saat ini, inovasi
itu sendiri sudah ada dimana-mana, mulai dari bidang pasar, pangan, komunikasi,
bisnis, dll.
Nah kali ini
kelompok saya ingin membahas tentang suatu inovasi yang bisa dikatakan sebagai
cikal bakal inovasi dibidang bisnis yang lainnya. Yang kali ini kami bahas
adalah “Supermarket Tanpa Kasir”, karena menurut kami ini merupakan
sebuah inovasi yang sangat luar biasa, kenapa? Karena kita bisa merubah sistem
yang lama, yaitu membeli barang pada sebuah supermarket lalu membayarnya di
kasir, namun kali ini kita cukup mengambil barangnya dan langsung pergi dari
supermarket tersebut. Hebat bukan? di beberapa negara, hanya ada beberapa supermarket yang menggunakan
teknologi ini, yaitu :
1. AMAZON GO
Raksasa e-commerce yang berasal dari Amerika Serikat, yaitu Amazon resmi
membuka toko fisik (offline) atau bisa dibilang supermarket yaitu Amazon Go di
Seattle, Washington, Amerika Serikat.. Sama seperti supermarket pada umomnya,
di tempat ini menjual makanan ringan, bumbu dapur, minuman, hingga beberapa
produk asli dari amazon itu sendiri.
Kelihatannya supermarket ini biasa saja, namun jika kita kesana kita akan terkejut karena disana tidak ada kasir/pengawas disana, kenapa? Karena disana menggunakan sistem berbasis tanpa kasir pertama di negara Amerika Serikat. Jadi dengan begitu konsumen yang ingin membeli bisa langsung pergi tanpa perlu mengantri untuk membayar produk yang dibeli.
Untuk berbelanja di supermarket Amazon Go, para konsumen terlebih dahulu harus mempunyai aplikasi Amazon Go yang nantinya akan digunakan sebagai identitas kita yang nantinya akan di scan di mesin scanner, mesin tersebut terdapat di pintu utama.
Jika kita sudah didalam supermarket tersebut, kita tidak usah kaget karena disana tidak ada keranjang belanja, tetapi hanya tas belanja yang berbentuk plastic yang bisa dibawa pulang oleh para konsumen.
Setelah itu, para konsumen hanya perlu mengambil produk yang diinginkan,
kemudian para konsumen bisa keluar took jika keperluannya sudah tanpa perlu
berhenti di kasir untuk membayar. Jadi pembayarannya sudah dipotong melalui
aplikasi Amazon Go yang sebelumnya kita gunakan untuk memasuki supermarket
tersebut.
- Pertanyaannya pertama, bagaimana bisa sistem mengetahui barang yang kita ambil?
Di supermarket ini
menggunakan teknologi sensor di dalam rak produknya, dan disana terdapat ratusan
kamera di dalam supermarket tersebut yang bisa mendeteksi produk yang kita
ambil. Teknologi yang terdapat di supermarket tersebut langsung terhubung oleh
ponsel (smartphone) konsumen, karena sebelum masuk kita harus memindai QR code
yang ada di ponsel kita.
- Pertanyaan kedua, bagaimana jika suatu konsumen melakukan tindak kecurangan, yaitu menyembunyikan produk di dalam supermarket tersebut lalu pergi begitu saja tanpa ketahuan oleh sistem?
Jawabannya
sangat mustahil kita menyembunyikan produk di dalam took tersebut karena disana
terdapat banyak kamera yang bisa merekan semua aktifitas kita selama kita
berada di dalam supermarket tersebut, yang kedua yaitu jika konsumen ketahuan
melakukan tindak kecurangan, maka pihak supermarket bisa mengetahuinya karena
sistem scan QR Code sebelum memasuki supermarket tersebut. Jadi pihak
supermarket dengan mudahnya melaporkan ke pihak berwenang untuk segera ditindak
lanjuti.
- Pertanyaan ketiga, jika ada kesalahan dalam penagihan? Contohnya konsumen sudah mengambil barang tersebut, namun tidak jadi lalu si konsumen tersebut mengembalikan ke tempat barang yang tadi diambil, apa yang akan terjadi?
Jawabannya
yaitu dari sistem yang ada di smartphone konsumen akan menghapus barang yang
tadi, jadi sistem hanya menghitung barang yang akan kita ambil. Namun jika
sistem menghitung barang yang tidak jadi diambil tetapi sistem masih menghitung
barang tersebut, maka ada sistem refund, jadi kita tidak perlu takut jika ada
kesalahan dalam pembayaran.
Untuk sistem supermarket tanpa kasir ini bukan hanya dimiliki oleh Amazon saja,
raksasa e-commerce asal Tiongkok (Alibaba) mengeluarkan supermarket yang bisa
menyaingi Amazon Go, yaitu bernama Tao Café.
Untuk
Indonesia sendiri juga punya, yaitu dari e-commerce JD ID, yaitu bernama JD ID
X.
2.
TAO CAFE
Tao Cafe di perkenalkan oleh Alibaba. Alibaba kembali menunjukkan gebrakannya. Raksasa e-commerce asal China ini baru saja meresmikan Tao Cafe, sebuah supermarket serba otomatis dan tanpa kasir. Taocafe bisa disebut sebagai unmanned supermarket atau self-service supermarket. Intinya, supermarket itu tak dijaga oleh asisten toko, manajer, atau kasir sama sekali.
Sama seperti sistem
yang ada di supermarket Amazon Go, konsumen hanya perlu mengambil barang yang
diperlukan, setelah itu pergi.
Untuk dapat berbelanja di Tou Cafe, pengunjung wajib terlebih dahulu terdaftar
sebagai pengguna Alipay. Karena pada umumnya seluruh transaksi akan
melalui payment gateway tersebut. Dan juga pengunjung yang ingin masuk,
sebelumnya juga harus memindai QR code yang terdapat pada aplikasi Taobao.
Selanjutnya pada sistem di supermarket Tao Cafe akan mampu mengenali tiap
barang yang akan diambil oleh pengunjung, dan secara otomatis akan memotong
saldo Alipay pengguna. Ketika keluar dari Taocafe, sistem bisa mendeteksi
barang-barang apa saja yang pengunjung beli.
.
.
3. JD.ID
X
JD ID Pada tanggal 2 Agustus 2018 secara resmi
telah menghadirkan pusat pengalaman berbelanja berbasis teknologi AI
(Artificial Intelligence) pertama di Indonesia, dan ini adalah yang
perdana di kawasan Asia Tenggara. Pusat pengalaman belanja
futuristis ini merupakan wujud kepeloporan JD.ID dalam hal teknologi di
industri e-dagang dan ritel modern di Indonesia.
JD.ID X menawarkan sebuah konsep belanja
futuristis kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan beberapa
teknologi diantaranya :
1.
Teknologi
pemindai wajah
Cara kerja teknologi ini sendiri dengan cara
ketika akan masuk ke dalam toko, kita diharuskan untuk menunjukkan
QR Code yang ada pada aplikasi mobile JD di smartphone kita
ke alat yang ada di gerbang masuk toko. Di depan gerbang tersebut akan ada
kamera yang akan mengidentifikasi wajah. Lalu setelah itu
gerbang akan terbuka dan kita baru bisa masuk ke dalam toko tersebut.
Selanjutnya saat di dalam toko, kamu bisa
memilih berbagai pilihan produk seperti:
1) Pakaian
2) Makanan, dan
3) Kosmetik
Produk-produk yang ada didalam toko tersebut
telah dilengkapi dengan teknologi Radio
Frequency Identification (RFID), sehingga mereka
akan tahu barang apa saja yang di bawa ke luar toko. Dan sebelum keluar, kamu
kembali harus melalui proses identifikasi wajah. Kemudian
secara otomatis, mereka akan memproses pembayaran untuk barang yang
kamu bawa dengan kartu kredit yang ada di aplikasi kamu.
Setelah itu, baru pintu keluarnya akan terbuka.
2.
Radio-frequency
identification (RFID)
Digunakan untuk mengetahui barang apa saja yang
dibawa keluar dari toko tersebut.
3.
Dan Metode
pembayaran non-tunai.
Untuk produk-produk yang ditawarkan sendiri
mempunyai harga khusus yang terdiri dari berbagai produk-produk populer,
diantaranya:
1. Kategori Fashion
(baik untuk pria maupun wanita)
2. Kosmetik
3. Aksesoris dan
Kecantikan
4. Produk-Produk
Rumah Tangga non-elektronik
5. Serta Kebutuhan
Sehari-Hari.
JD.ID X juga menawarkan privat label yang tersedia
ekslusif dengan Keberagaman varian produk yang ditawarkannya. Hal ini juga yang
menjadi salah satu faktor yang membedakan JD.ID X dengan toko berbasis AI
lainnya yang pada umumnya menjual keperluan sehari-hari dan produk FMCG. Selain
itu JD.ID X juga setiap minggunya akan selalu menggelar berbagai promo-promo
menarik lainnya.
- Kesimpulan
Setiap supermarket tanpa kasih diatas memiliki
fitur-fitur tambahan yang bisa menjadi ciri khas setiap supermarket, namun
tujuan dibuat supermarket ini adalah mengurangi antrian belanja yang cukup
menyebalkan bagi sebagian orang, namun pasti banyak masyarakat yang bertanya
"Apakah sistem seperti ini layak jika direalisasikan ke semua supermarket
yang ada di Indonesia ?", menurut kami belum, kenapa? karena banyak
masyarakat Indonesia yang masih nyaman dengan uang kertas, untuk sistem seperti
ini digunakan uang elektronik. Jadi bisa dibilang sistem seperti ini kurang
tepat untuk masyarakat Indonesia, tetapi jika masyarakat bisa menerima sistem
seperti ini mungkin sistem ini dapat terealisasikan.
Daftar Pustaka :