Pertumbuhan Penduduk,
Kebudayaan dan Kepribadian, Kebudayaan Barat
Ok kali ini saya akan menjelaskan
tentang pertumbuhan penduduk, kebudayaan dan kepribadian, serta kebuyaan barat.
Baiklah yang pertama adalah
Pertumbuhan penduduk...
Pertumbuhan penduduk
merupakan faktor penting dalam masalah sosial ekonomi pada umumnya dan juga
masalah pada penduduk. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan
komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu
daerah atau Negara bahkan Dunia.
Misal dengan
bertambahnya penduduk berarti harus bertambah pula persediaan makanan,
perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan lain sebagainya.
Selain itu apabila
pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas diatas
akan menimbulkan berbagai masalah. Contohnya akan bertambah tinggginya angka
pengangguran, semakin meningkatnya kemiskinan, banyak anak usia sekolah yang
tidak tertampung serta timbulnya berbagai kejahatan dan kriminalitas.
Berikut
contoh tabel dari jumlah perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1830 – 2006 adalah
sebagai berikut:
Tahun
|
Jumlah Penduduk
|
Perkembangan Pertahun
|
1830
|
1 Milyard
|
-
|
1930
|
2 Milyard
|
1 %
|
1960
|
3 Milyard
|
1,7 %
|
1975
|
4 Milyard
|
2,2 %
|
1987
|
5 Milyard
|
2 %
|
1996
|
6 Milyard
|
2 %
|
2006
|
7 Milyard
|
2 %
|
Sumber
: Iskandar N, Does Sampurno Masalah Pertumbuhan Penduduk di Indonesia.
Jika dilihat dari tabel
diatas pertumbuhan penduduknya sangatlah cepat . Dan penggadaan Penduduk ( Double Population ) jangka waktunya
makin singkat. Betambah cepatnya penggandaan pertumbuhan penduduk diatas dapat
dilihat pada tabel berikut :
Penggandaan
Penduduk Dunia
Tahun Penggandaan
|
Perkiraan Penduduk Dunia
|
Waktu
|
800 SM
|
5 juta
|
-
|
Tahun 1650
|
500 juta
|
1500
|
Tahun 1830
|
1 Milyard
|
180
|
Tahun 1930
|
2 Milyard
|
100
|
Tahun 1975
|
4 Milyard
|
45
|
Sumber
: Ehrlic, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and CO San Francisco.
Waktu
penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan sekitar 35 tahunan lagi. Penambahan/pertambahan
penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya di pengaruhi oleh
faktor-faktor Demografi sebagai berikut :
1. Kematian
(Mortalitas), 3. Migrasi.
2. Kelahiran
(Fertilitas),
Di dalam pengukuran
demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/ rate. Rate adalah
kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya
perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.
1.
Kematian
Disini saya akan menjelaskan 2 tingkat kematian
yaitu :
a.
Tingkat
Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Adalah banyaknya orang
yang meninggal pada suatu tahun per jumlah jumlah penduduk pertengahan tahun
tersebut, dinyatakan tiap 1000 orang. Sehingga dapat ditulis dengan rumus
sebagai berikut :
D
= Jumlah Kematian
Jumlah Kematian
Jumlah
Penduduk Pertengahan Tahun
Atau
:
D
Pm
Pm
= Jumlah penduduk
pertengahan tahun.
K
= Konstanta
= 1.000
Jadi jumlah penduduk
yang mewakili jumlah suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan juni
. Sedangkan rumus untuk mencari jumlah penduduk pertengahan tahun ini adalah
sebagai berikut :
Ø Pm = ½ ( P1 + p2 )
Ø
Pm = P1 + ( P2 –
P1 )
2
Ø
Pm = P2 – ( P2 –
P1 )
2
Ket
: Pm =
Jumlah
penduduk pertengahan tahun.
P1 =
Jumlah
penduduk pada awal tahun.
P2 =
Jumlah
penduduk pada akhir tahun.
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai
penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650
orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
½ (550 + 650) = 600 orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang
meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk
terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang.
Pada
Negara yang sudah maju (Developed
Countries) angka kematian tingkat kasar lebih rendah dari pada
negara-negara berkembang. Berikut contoh CDR di beberapa negara :
CDR
Beberapa Negara Tahun 1981
Negara
|
CDR
|
USA
|
|
Kanada
|
|
Belanda
|
|
Selandia
Baru
|
|
USSR
|
|
India
|
|
Filiphina
|
|
Indonesia
|
|
Malaysia
|
Sumber :
Population Reference Bereau 1981
b.
Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian itu dipengaruhi
oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpamanya
seorang laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati
daripada laki-laki berumur 25 tahun. Atau seorang laki-laki yang berada di
medan perang lebih besar kemungkinannya untuk mati daripada istri mereka yang
ada di rumah.
Karena perbedaan resiko kematian
tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Spesific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil
yang lebih teliti. Karena angka ini menunjukkan banyaknya orang yang meninggal
tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka
ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok
usia muda angka ini jauh lebih rendah. Dengan rumus sebagai berikut :
Di
Pmi
Di =
Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah
penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K =
Konstanta ( = 1.000)
2.
Fertilitas (Kelahiran Hidup)
Tingkat kelahiran dari suatu
populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun.
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan
sebagai kesuburan, yaitu :
a.
Facundity (kesuburan), Lebih diartikan sebagai
kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.
Fertility (fertilitas), Jumlah kelahiran hidup seorang
wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda
kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan
jantung, dan sebagainya.Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah
kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada
pertengahan tahun tersebut. Berikut rumusnya :
B
Rm
B = Jumlah
kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah
penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta
(1/000)
Disini saya juga akan menambahkan tentang Angka
Kelahiran Umum dan Tingkat Kelahiran Khusus, ok langsung saja yang pertama..
Ø Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR), adalah
angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk
menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia
produktif/subur antara umur (15-49 tahun).
B
Fm (15-49
tahun)
B = Jumlah kelahiran hidup pada
suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah wanita dalam usia
subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga
rumusnya sebagai berikut :
GFR = 2985 / 23530 x 1000 = 127
Ini adalah GFR untuk beberapa negara
luar, diantaranya :
Thailand 234,8
Brunai 234,4
Swedia 61,2
Jepang 62,2
Ø Tingkat Kelahiran Khusus
(Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada
dalam kelompok umur 15-49 tahun. Dan jika dituliskan dalam bentuk rumus adalah
sebagai berikut :
Bi
Fmi
Bi = Jumlah
kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.
Fmi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan
tahun dalam kelompok umur i.
K = Konstanta
(=1.000).
3.
MIGRASI
Migrasi merupakan
bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk
dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat
nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional,
dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen
disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan
untuk menetap.
Faktor-faktor bagi seorang
migran dalam melakukan keputusannya untuk pindah kedaerah lain adalah sebagai
berikut :
-
Persediaan Sumber daya alam - Potensi ekonomi
-
Lingkungan sosial budaya - Alat
masa depan
Dengan mengetahui faktor diatas
setidaknya akan mengurangi migran tersebut dari dampak negatifnya. Selain itu
kita juga mesti memikirkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi selama
proses migrasi.
Ini Adalah
Bentuk Model Kaitan Mekanisme Migrasi dari Lee.
Ket : + = Attracting
(Menarik) - = Repulsing
0 = Nentarl = Hambatan antara
Ada 3 jenis struktur penduduk, yaitu :
1.
Piramida Penduduk Muda, menggambarkan komposisi
penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang, dan jumlah angka kelahiran
lebih besar dibanding angka kematian. Bentuk ini biasanya dijumpai pada negara
berkembang seperti Indonesia, India, dll.
Contoh
Piramida Penduduk Muda
2.
Piramida Penduduk Tua, menggambarkan adanya penurunan
tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.
Contoh Piramida Penduduk Tua
3.
Piramida Stationer, menggambarkan keadaan penduduk
yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak
begitu tinggi. Biasa di jumpai di negara – negara maju seperti Amerika, Swedia,
dll.
Contoh
Piramida Stasioner
Lalu yang kedua adalah Kebudayaan dan Kepribadian...
A.
Pertumbuhan
dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Disini ada 2 macam zaman
batu di Indonesia, yaitu :
1.
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum), Ciri- ciri alat-alat batu pada zaman batu tua, yaitu
bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam. Kapak
genggam tersebut berasal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai
Punsjab (India), kapak genggam jenis ini
tidak kita temukan/ ada di daerah Asia Tenggara.
Berdasarkan penelitian para ahli
prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum
berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan,
menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung
Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai
ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
2.
Zaman Batu Muda (Neolithikum), Manusia pada
zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/ melebur
logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh
karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk
berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri- ciri
orang- orang pada zaman batu muda adalah :
·
Sudah mulai menetap disutu tempat dan sudah bisa
membuat rumah.
·
Sudah mulai membentuk kelompok masyarakat (desa).
·
Sudah pandai berternak dan bertani untuk memenuhi
kebutuhan hidup.
Pada masa ini Bangsa-bangsa
Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu
membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan
Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat
dari bahan perunggu.
B. Kebudayaan
Hindu, Budha, dan Islam
1.
Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu
mulai masuk ke Indonesia tepatnya di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi
antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu
langsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia,
khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju
dibandingkan Hinduisme, sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta
dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia khususnya di
Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik dengan penganut hinduisme
maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai
tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni
sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam
candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur. Contohnya yaitu Candi
Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
2.
Kebudayaan Islam
Pada Abad ke 15 da 16 agama islam
telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut
Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa.
Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad
ke 11 karena pada abad ini sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan
di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal
ini di karenakan masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa melainkan
dengan cara baik-baik.
Pada Abad ke 15 ketika kejayaan
maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat
merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di
pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung
Malaka, Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara
Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam
proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang-pedagang
kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan nampaknya telah terpengaruh
dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan
Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk.
Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan PesisIr Kalimantan.
Dan yang terakhir adalah Bebudayaan Barat...
Unsur kebudayaan barat
juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa
Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik
Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama
bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan
kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan
dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat
pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku. Di Maluku berkembang
dua lapisan sosial, yaitu Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum
pegawai.
Dalam lapisan sosial kedua
inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa
Belanda menjadi syarat utam untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Sehubungan dengan itu
penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesia.
Bahwasannya kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang timbul sebagai
buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli
yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Dalam penjelasan UUD’45
ditujukan ke arah mana kebudayaan itu akan diarahkan, dan untuk Indonesia
kebudayaan itu akan diarahkan menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan,
dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan
kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa
Indonesia.
Ok itulah artikel saya mengenai seputar
Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan,,,
Semoga bisa berguna dan bermanfaat
yaaaaaa......
Referensi :
