Minggu, 22 Oktober 2017

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN



Pertumbuhan Penduduk, Kebudayaan dan Kepribadian, Kebudayaan Barat



Ok kali ini saya akan menjelaskan tentang pertumbuhan penduduk, kebudayaan dan kepribadian, serta kebuyaan barat.

Baiklah yang pertama adalah Pertumbuhan penduduk...
Pertumbuhan penduduk merupakan faktor penting dalam masalah sosial ekonomi pada umumnya dan juga masalah pada penduduk. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau Negara bahkan Dunia.
Misal dengan bertambahnya penduduk berarti harus bertambah pula persediaan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan lain sebagainya.
Selain itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas diatas akan menimbulkan berbagai masalah. Contohnya akan bertambah tinggginya angka pengangguran, semakin meningkatnya kemiskinan, banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung serta timbulnya berbagai kejahatan dan kriminalitas.

Berikut contoh tabel dari jumlah perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1830 – 2006 adalah sebagai berikut:



Tahun
Jumlah Penduduk
Perkembangan Pertahun
1830
1 Milyard
-
1930
2 Milyard
1 %
1960
3 Milyard
1,7 %
1975
4 Milyard
2,2 %
1987
5 Milyard
2 %
1996
6 Milyard
2 %
2006
7 Milyard
2 %
Sumber : Iskandar N, Does Sampurno Masalah Pertumbuhan Penduduk di Indonesia.

Jika dilihat dari tabel diatas pertumbuhan penduduknya sangatlah cepat . Dan penggadaan Penduduk ( Double Population ) jangka waktunya makin singkat. Betambah cepatnya penggandaan pertumbuhan penduduk diatas dapat dilihat pada tabel berikut :

Penggandaan Penduduk Dunia


Tahun Penggandaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 juta
-
Tahun 1650
500 juta
1500
Tahun 1830
1 Milyard
180
Tahun 1930
2 Milyard
100
Tahun 1975
4 Milyard
45
Sumber : Ehrlic, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and CO San Francisco.


            Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan sekitar 35 tahunan lagi. Penambahan/pertambahan penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor Demografi sebagai berikut :
1.      Kematian (Mortalitas),                             3.   Migrasi.
2.      Kelahiran (Fertilitas),

Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/ rate. Rate adalah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.
1.        Kematian
Disini saya akan menjelaskan 2 tingkat kematian yaitu :
a.        Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut, dinyatakan tiap 1000 orang. Sehingga dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut :

D = Jumlah Kematian
            Jumlah Kematian
CDR =                                                                        X 1.000          
 Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun
Atau :                D
            CDR =                        K
                          Pm

Pm      = Jumlah penduduk pertengahan tahun.
K         = Konstanta = 1.000

Jadi jumlah penduduk yang mewakili jumlah suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan juni . Sedangkan rumus untuk mencari jumlah penduduk pertengahan tahun ini adalah sebagai berikut :
Ø  Pm = ½ ( P1 + p2 )
Ø  Pm = P1 + ( P2 – P1 )
         2
Ø  Pm = P2 – ( P2 – P1 )
          2

Ket :    Pm      = Jumlah penduduk pertengahan tahun.
            P1        = Jumlah penduduk pada awal tahun.
            P2        = Jumlah penduduk pada akhir tahun.

            Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
½ (550 + 650) = 600 orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang.

            Pada Negara yang sudah maju (Developed Countries) angka kematian tingkat kasar lebih rendah dari pada negara-negara berkembang. Berikut contoh CDR di beberapa negara :
  
  
CDR Beberapa Negara Tahun 1981

Negara
CDR
USA

Kanada

Belanda

Selandia Baru

USSR

India

Filiphina

Indonesia

Malaysia

Sumber : Population Reference Bereau 1981


b.        Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian itu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpamanya seorang laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki-laki berumur 25 tahun. Atau seorang laki-laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinannya untuk mati daripada istri mereka yang ada di rumah.
Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Spesific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Karena angka ini menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah. Dengan rumus sebagai berikut :

                 Di
ASDRi  =        K
     Pmi

 Di  = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
  = Konstanta ( = 1.000)



2.        Fertilitas (Kelahiran Hidup)
Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun.

Ada dua istilah asing yang kedua-duanya  diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :
a.       Facundity (kesuburan), Lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.      Fertility (fertilitas), Jumlah kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut. Berikut rumusnya :
B
CBR =                 K
Rm

B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)

Disini saya juga akan menambahkan tentang Angka Kelahiran Umum dan Tingkat Kelahiran Khusus, ok langsung saja yang pertama..
Ø  Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR), adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur antara umur (15-49 tahun).
B
BGFR =                                               x K
Fm (15-49 tahun)

  = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K    = Konstanta (= 1.000)

            Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga rumusnya sebagai berikut :
GFR = 2985 / 23530 x 1000 = 127
Ini adalah GFR untuk beberapa negara luar, diantaranya :
Thailand          234,8
Brunai             234,4
Swedia                        61,2
Jepang             62,2

Ø  Tingkat Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun. Dan jika dituliskan dalam bentuk rumus adalah sebagai berikut :
                 Bi
ASRFi =             x K
Fmi

Bi       = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.
Fmi   = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K     = Konstanta (=1.000).

3.        MIGRASI
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Faktor-faktor bagi seorang migran dalam melakukan keputusannya untuk pindah kedaerah lain adalah sebagai berikut :
-          Persediaan Sumber daya alam                 -   Potensi ekonomi
-          Lingkungan sosial budaya                       -   Alat masa depan

Dengan mengetahui faktor diatas setidaknya akan mengurangi migran tersebut dari dampak negatifnya. Selain itu kita juga mesti memikirkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi selama proses migrasi.


Ini Adalah Bentuk Model Kaitan Mekanisme Migrasi dari Lee.


Ket :    + = Attracting (Menarik)                    - = Repulsing
                        0 = Nentarl                                            = Hambatan antara


Ada 3 jenis struktur penduduk, yaitu :
1.        Piramida Penduduk Muda, menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang, dan jumlah angka kelahiran lebih besar dibanding angka kematian. Bentuk ini biasanya dijumpai pada negara berkembang seperti Indonesia, India, dll.

Contoh Piramida Penduduk Muda



2.      Piramida Penduduk Tua, menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.

Contoh Piramida Penduduk Tua


3.        Piramida Stationer, menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Biasa di jumpai di negara – negara maju seperti Amerika, Swedia, dll.
  
Contoh Piramida Stasioner


Lalu yang kedua adalah Kebudayaan dan Kepribadian...
A.   Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Disini ada 2 macam zaman batu di Indonesia, yaitu :

1.        Zaman Batu Tua (Palaeolithikum), Ciri- ciri alat-alat batu pada zaman batu tua, yaitu bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam. Kapak genggam tersebut berasal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab (India),  kapak genggam jenis ini tidak kita temukan/ ada di daerah Asia Tenggara.

Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.

2.        Zaman Batu Muda (Neolithikum), Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/ melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri- ciri orang- orang pada zaman batu muda adalah :
·         Sudah mulai menetap disutu tempat dan sudah bisa membuat rumah.
·         Sudah mulai membentuk kelompok masyarakat (desa).
·         Sudah pandai berternak dan bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pada masa ini Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.

B.     Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
1.        Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia tepatnya di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu langsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme, sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik dengan penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur. Contohnya yaitu Candi Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.

2.        Kebudayaan Islam
Pada Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 karena pada abad ini sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karenakan masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa melainkan dengan cara baik-baik.
Pada Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka, Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang-pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan PesisIr Kalimantan.

Dan yang terakhir adalah Bebudayaan Barat...

Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku. Di Maluku berkembang dua lapisan sosial, yaitu Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utam untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesia. Bahwasannya kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu akan diarahkan, dan untuk Indonesia kebudayaan itu akan diarahkan menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Ok itulah artikel saya mengenai seputar Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan,,,

Semoga bisa berguna dan bermanfaat yaaaaaa......





Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia  Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^ Jadi pad...