Minggu, 14 Januari 2018

PEMUDA DAN SOSIALISASI


PEMUDA DAN SOSIALISASI
Hasil gambar untuk PEMUDA DAN SOSIALISASI
Ok pada postingan saya kali ini saya akan menjelaskan tentang Pemuda dan sosialisasi dengan 3 pokok pembahasan, yaitu “Internilisasi Belajar dan Spesialisasi, Pemuda dan Indentitas, serta Perguruam dan Pendidikan”.



Sebelum saya masuk ke pembahasan yang pertama saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang Pengertian Pemuda dan Sosialisasi.

A.      Pengertian Pemuda

Pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung.

B.       Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajurkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.



Ok Setelah Mengetahui Pengertian Pemuda Dan Sosialisasi, Selanjutnya Kita Akan Masuk Ke Pembahasan Yang Pertama Yaitu Internalisasi Belajar Dan Spesialisasi.



A.       Internasilasi, Belajar, dan Sosialisasi

Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Sesangkan istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu, istilah spesialisasi juga ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan tersebut akan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.



B.       Proses Sosialisasi

Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead.

1.    Teori Charles H. Cooley

Teori dari Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self yang terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut :

1)   ”Seorang anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain”.

Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi dan sering menang diberbagai.

2)   “Seorang anak membayangkan bagaimana orang lain menilainya.”

Dengan perasaan bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.

3)   “Apa yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut”.

Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula. Semua tahap di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak diberi label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal”  tersebut sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar.



C.       Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat

Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari pekerjaan dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.

Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental baja. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.

Dizaman sekarang sarana tempat hiburan tumbuh dengan pesatnya bak “Jamur di musim hujan”, seperti arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya. Semua itu hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak waktu untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan- kegiatan yang lebih positif.

Peran pemuda yang menghabiskan waktunya seperti diatas adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan sebagai Berkontemplasi (pencipta karya). Sebagai contohnya adalah persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia. “Jadi saran saya kepada seluruh mahasiswa sekarang perbanyaklah belajar dan berorganisasi agar kita lebih banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang nantinya juga akan berguna untuk masa depan kita sendiri ketimbang dengan menghabiskan waktu dengan percuma”.

Lalu Yang Kedua Adalah Pemuda dan Indentitas 
 Gambar terkait
 
A.       Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :

·         Landasan Idiil                              : Pancasila.

·         Landasan Konstitusional             : Undang-undang dasar 1945.

·         Landasan Strategi                                    : Garis-garis Besar Haluan Negara.

·         Landasan Histories                      : Sumpah Pemuda dan Proklamasi.

·         Landasan Normatif                      : Tata nilai ditengah masyarakat.



Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasan dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni :

·         Orientasi keatas kepada Tuhan Yang Masa Esa.

·         Orientasi dalam dirinya sendiri.

·         Orientasi keluar hidup dilingkungan.

Apabila Pemuda pada masa sekarang terpisah pada persoalan-persoalan masyarakatnya, maka akan sulit lahirnya pemimpin dimasa yang akan datang yang akanmemimpin bangsanya sendiri.

Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu :

·         Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

·         Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.



B.       Masalah dan Potensi Generasi Muda

1.        Permasalahan Genetasi Muda

Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain :

a.       Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.

b.      Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.

c.       Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.

d.      Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran /setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.

e.       Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan seimbang di kalangan masyarakatyangberpenghasilanrendah.

f.       Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan.

g.      Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.

h.      Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.

i.        Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.



2.        Potensi-Potensi Generasi Muda

Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :

a.       Idealisme dan daya kritis.

b.      Dinamika dan kreativitas.

c.       Keberanian Mengambil Resiko.

d.      Opimis dan kegairahan semangat.

e.       Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.

f.       Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.

g.      Patriotisme dan Nasionalisme.

h.      Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi.



3.        Tujan Pokok Sosialisasi

a.       Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak dimasyarakat.

b.      Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.

c.       Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.

d.      Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

Dan Yang Ketiga Sekaligus Yang Terakhir Adalah Perguruan dan Pendidikan

Gambar terkait
A.       Mengembangkan Potensi Generasi Muda

Negara berkembang masih banyak mendapat kesulitan untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan. Sehubungan dengan itu negara yang berkembang merasakan selalu kekurangan tenaga terampil dalam mengisi lowongan-lowongan pekerjaan tertentu yang meminta tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Kekurangan tenaga terampil itu terasa manakala negara-negara sedang berkembang merencanakan dan berambisi untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber alam yang mereka miliki.

Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi, lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal. Mereka dibina dan digembleng di laboratorium dan pada kesempatan praktek lapangan. Kaum muda memang betul-betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka.



Cara mengembangkan potensi generasi muda :

a.       Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak dimasyarakat.

b.      Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.

c.       Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.

d.      Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.



B.       Pendidikan dan Perguruan Tinggi

1.        Pengertian Pendidikan dan Perguruan Tinggi.

a.        Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

 Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.

Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.


Macam-macam pendidikan :

a.         Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Contohnya seperti : Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

b.        Pendidikankejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), jenis pendidikan ini termasuk ke dalam pendidikan formal.

c.         Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

d.        Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

e.         Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma IV yang setara dengan program sarjana (strata1).

f.         Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.

g.        Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif  (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).

b.        Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.

Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2, yaitu :

a.       Perguruan Tinggi Negeri, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara.

b.      Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.



C.       Alasan Untuk Berkesempatan Mengenyam Perguruan Tinggi

·         Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakat, karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam pemikiran, pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam masyarakat.

·         Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapat proses sosialisasi terpanjang secara berencana, dibanding dengan generasi muda lainnya.

·         Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya.

·         Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya.



Ok itulah artikel saya seputar Pemuda dan Sosialisasi..



Semoga bisa berguna dan bermanfaat yaaaaaa......



Referensi :







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia  Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^ Jadi pad...