PEMUDA DAN SOSIALISASI
Ok pada
postingan saya kali ini saya akan menjelaskan tentang Pemuda dan sosialisasi dengan
3 pokok pembahasan, yaitu “Internilisasi Belajar dan Spesialisasi, Pemuda dan
Indentitas, serta Perguruam dan Pendidikan”.
Sebelum
saya masuk ke pembahasan yang pertama saya akan menjelaskan terlebih dahulu
tentang Pengertian Pemuda dan Sosialisasi.
A.
Pengertian
Pemuda
Pemuda adalah individu dengan
karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki
pengendalian emosi yang stabil. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang
masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat
melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung.
B.
Pengertian
Sosialisasi
Sosialisasi adalah
proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu
generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut
sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam
proses sosialisasi diajurkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Ok Setelah Mengetahui
Pengertian Pemuda Dan Sosialisasi, Selanjutnya Kita Akan Masuk Ke Pembahasan
Yang Pertama Yaitu Internalisasi Belajar Dan Spesialisasi.
A.
Internasilasi, Belajar, dan Sosialisasi
Ketiga kata atau
istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. proses
berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internasilasasi
lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternasilasikan
norma-norma tersebut. Sesangkan istilah belajar ditekankan pada perubahan
tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang
individu, istilah spesialisasi juga ditekankan pada kekhususan yang telah
dimiliki oleh seorang individu, kekhususan tersebut akan timbul melalui proses
yang agak panjang dan lama.
B.
Proses Sosialisasi
Ada 2 teori
proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley
dan teori George Herbert Mead.
1.
Teori
Charles H. Cooley
Teori dari Charles H. Cooley lebih
menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep
diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut
Cooley sebagai looking-glass self yang terbagi menjadi tiga tahapan sebagai
berikut :
1)
”Seorang
anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain”.
Seorang anak merasa dirinya sebagai
anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki
prestasi dan sering menang diberbagai.
2)
“Seorang
anak membayangkan bagaimana orang lain menilainya.”
Dengan perasaan bahwa dirinya hebat,
anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia merasa orang lain
selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat
perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan
kepandaiannya.
3)
“Apa
yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut”.
Penilaian yang positif pada diri
seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula. Semua tahap di atas berkaitan dengan
teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial
sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak diberi label
“nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” tersebut sesuai dengan penilaian orang
terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar.
C.
Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat
Peranan sosial
mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang
lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka
dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti
sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari pekerjaan dan menempuh
kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak
sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi
baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan
bermental baja. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan,
hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi
lemah.
Dizaman
sekarang sarana tempat hiburan tumbuh dengan pesatnya bak “Jamur di musim hujan”, seperti arena billyard, playstation, atau
arena hiburan ketangkasan lainnya. Semua itu hanyalah tempat bagi anak-anak dan
generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu
mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak waktu untuk belajar, membaca
buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan-
kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda
yang menghabiskan waktunya seperti diatas adalah peran sebagai konsumen saja,
pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat”
bukan sebagai Berkontemplasi
(pencipta karya). Sebagai contohnya adalah persoalan NARKOBA yang dominan
terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa
Indonesia. “Jadi saran saya kepada
seluruh mahasiswa sekarang perbanyaklah belajar dan berorganisasi agar kita
lebih banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang nantinya juga akan berguna untuk
masa depan kita sendiri ketimbang dengan menghabiskan waktu dengan percuma”.
Lalu Yang Kedua Adalah
Pemuda dan Indentitas
A.
Pembinaan
dan Pengembangan Generasi Muda
Pola dasar pembinaan
dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28
oktober 1978. Tujuannya adalah agar semua pihak yang turut serta dan
berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman
sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat
mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan
dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
·
Landasan Idiil : Pancasila.
·
Landasan Konstitusional : Undang-undang dasar 1945.
·
Landasan Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara.
·
Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi.
·
Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.
Arah pembinaan dan pengembangan generasi
muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasan dan keutuhan antara
ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni :
·
Orientasi keatas kepada Tuhan Yang Masa Esa.
·
Orientasi dalam dirinya sendiri.
·
Orientasi keluar hidup dilingkungan.
Apabila Pemuda pada
masa sekarang terpisah pada persoalan-persoalan masyarakatnya, maka akan sulit lahirnya
pemimpin dimasa yang akan datang yang akanmemimpin bangsanya sendiri.
Dalam hal ini,
pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu
:
·
Generasi muda sebagai subjek pembinaan
dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta
landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi
lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.
·
Generasi muda sebagai objek pembinaan
dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan
kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat
bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
B.
Masalah
dan Potensi Generasi Muda
1.
Permasalahan Genetasi Muda
Berbagai permasalahan generasi muda yang
muncul pada saat ini antara lain :
a.
Dirasa
menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat
termasuk generasi muda.
b.
Kekurangpastian
yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c.
Belum
seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang
tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah
yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda
sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
d.
Kurangnya
lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran
/setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya
produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan
nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e.
Kurangnya
gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan
pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh
rendahnya daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan
seimbang di kalangan masyarakatyangberpenghasilanrendah.
f.
Masih
banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah
pedesaan.
g.
Pergaulan
bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
h.
Meningkatnya
kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
i.
Belum
adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
2.
Potensi-Potensi Generasi Muda
Potensi-potensi yang terdapat pada
generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a.
Idealisme dan daya kritis.
b.
Dinamika dan kreativitas.
c.
Keberanian Mengambil Resiko.
d.
Opimis dan kegairahan semangat.
e.
Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan
bertanggung jawab.
f.
Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
g.
Patriotisme dan Nasionalisme.
h.
Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi.
3.
Tujan Pokok Sosialisasi
a.
Individu harus diberi ilmu pengetahuan
(keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak dimasyarakat.
b.
Individu harus mampu berkomunikasi
secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
c.
Pengendalian fungsi-fungsi organik yang
dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d.
Bertingkah laku secara selaras dengan
norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok
khususnya dan pada masyarakat umum.
Dan Yang Ketiga
Sekaligus Yang Terakhir Adalah Perguruan dan Pendidikan
A. Mengembangkan
Potensi Generasi Muda
Negara berkembang masih banyak mendapat kesulitan untuk
penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan. Sehubungan
dengan itu negara yang berkembang merasakan selalu kekurangan tenaga terampil
dalam mengisi lowongan-lowongan pekerjaan tertentu yang meminta tenaga kerja
dengan keterampilan khusus. Kekurangan tenaga terampil itu terasa manakala
negara-negara sedang berkembang merencanakan dan berambisi untuk mengembangkan
dan memanfaatkan sumber-sumber alam yang mereka miliki.
Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat
perguruan tinggi, lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalam
berbagai ragam pendidikan formal. Mereka dibina dan digembleng di laboratorium
dan pada kesempatan praktek lapangan. Kaum muda memang betul-betul merupakan
suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu,
pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi
mereka.
Cara
mengembangkan potensi generasi muda :
a. Individu
harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan
kelak dimasyarakat.
b. Individu
harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
c. Pengendalian
fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d. Bertingkah
laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada
lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
B. Pendidikan
dan Perguruan Tinggi
1.
Pengertian Pendidikan dan Perguruan Tinggi.
a.
Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang
diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan juga
merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak
belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu
memiliki, melanjutkan mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang
terdahulu.
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang
berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk
mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat
dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri
memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Macam-macam pendidikan :
a.
Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang
mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Contohnya seperti :
Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
b.
Pendidikankejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang
mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), jenis pendidikan
ini termasuk ke dalam pendidikan formal.
c.
Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program
sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu
pengetahuan tertentu.
d.
Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah
program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi
atau menjadi seorang profesional.
e.
Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang
mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan
tertentu maksimal dalam jenjang diploma IV yang setara dengan program sarjana (strata1).
f.
Pendidikan keagamaan
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah,
dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan
yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan
/atau menjadi ahli ilmu agama.
g.
Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk
peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar
biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa
satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk
Sekolah Luar Biasa/SLB).
b.
Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara
pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan
tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Perguruan
Tinggi Negeri, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya
dilakukan oleh Negara.
b. Perguruan
tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya
dilakukan oleh swasta.
C.
Alasan Untuk Berkesempatan Mengenyam Perguruan Tinggi
·
Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang
memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang
masyarakat, karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam pemikiran,
pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam
masyarakat.
·
Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling
lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapat proses sosialisasi terpanjang
secara berencana, dibanding dengan generasi muda lainnya.
·
Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai
etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial
dan budaya.
·
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan
memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan
prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan
generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan
lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya
mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan
beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya.
Ok itulah artikel saya seputar Pemuda dan
Sosialisasi..
Semoga bisa berguna dan bermanfaat
yaaaaaa......
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar