Minggu, 18 Oktober 2020

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia 




Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^
Jadi pada artikel saya kali ini saya akan membahas tentang Lembaga – Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia Secara singkat . Semoga bisa bermanfaat dan Selamat membaca ya !!

Disini saya hanya mencantumkan 5 saja, diantara yaitu : 

1. IIA Indonesia (The Institute of Internal Auditor Indonesia)



Adalah sebuah organisasi professional non-profit yang mendedikasikan kemajuan dan pengembangan audit internal di Indonesia. Didirikan pada tahun 1989 sebagai lembar baru The Institute of Internal Auditors Inc, USA dan mengangkat status dari National Institute pada tahun 2008 ketika keanggotaannya sudah melebihi 500 orang.

IIA Indonesia mempunyai afiliasi kepada IIA Inc, USA, semua badan di temukan pada tahun 1941 diseluruh dunia dari sebuah grup kecil yang mendedikasikan audit internal yang dimana organisasinya merepresentasikan profesi mereka dan menyediakan aktivitas pendidikan dan standar untuk praktek audit internal untuk profesional.[2]


2. LPAI (Lembaga Pengembangan Auditor Internal)


Adalah sebuah lembaga yang perhatian terhadap pengembangan SDM di bidang audit internal. Sebagai salah satu divisi pelatihan dari Proesdeem Indonesia lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada pelatihan manajemen LPAI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate mengacu pada perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir dimana benchmarknya adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah dikenal baik reputasinya di dunia.

Selain itu program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI didukung oleh tenaga instruktur berpengalaman, baik sebagai instruktur maupun sebagai auditor ataupun praktisi manajemen lainnya serta memiliki background pendidikan S2 dan Ph.D. dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar instruktur LPAI adalah praktisi audit yang memiliki sertifikat keahlian atau profesi seperti CIA, CFE, CISA, dan sebagainya. [3]


3. IKAI (Ikatan Komite Audit Indonesia)

Penerapan prinsip-prinsip GCG secara menyeluruh dan konsisten merupakan hal yg bersifat fundamental bagi organisasi. Salah satu unsur kelembagaan dalam kerangka GCG yang diharapkan mampu memberikan kontribusi tinggi dalam level penerapannya adalah “Komite Audit”. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan internal perusahaan, serta mampu mengoptimalkan mekanisme checks and balances, yang pada akhirnya ditujukan untuk memberikan perlindungan yang optimum kepada para pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya.

Tugas pokok dari komite audit pada prinsipnya adalah membantu Dewan Komisaris dalam melakukan fungsi pengawasan. Hal tersebut mencakup review terhadap sistem pengendalian internal perusahaan, kualitas laporan keuangan, dan efektivitas fungsi audit internal. Tugas komite audit juga erat kaitannya dengan penelaahan terhadap risiko yang dihadapi perusahaan, dan juga kepatuhan terhadap regulasi.

Dari gambaran sederhana mengenai tugas dan fungsi dari lembaga tersebut, sudah barang tentu, keberadaan komite audit menjadi sangat penting sebagai salah satu perangkat utama dalam penerapan good corporate governance. [4]


4. BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia)


Adalah lembaga tertinggi Negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Tugas dari BPK RI adalah memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya. [5] [6]


5. YPIA (Yayasan Pendidikan Internal Audit)




YPIA didirikan di Jakarta pada tanggal 17 April 1995. Latar belakang didirikan Yayasan Pendidikan Internal Audit yang kemudian dikenal dengan YPIA adalah desakan kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah keinginan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Internal Auditor di Indonesia serta belum adanya Lembaga Pelatihan Profesi Internal Audit dengan standar internasional yang memadai dan berkesinambungan.

Pendiri YPIA adalah Pengurus FKSPI BUMN/BUMD periode 1992-1995 yaitu Hiro Tugiman-Ketua Umum, Soedar Kendarto-Sekretaris Umum, FX Sriharto-Ketua IV dan Darwis A. Rahman-Bendahara yang didukung oleh Soedarjono -Kepala BPKP, Martiono Hadianto-Dirjen Pembinaan BUMN Departemen Keuangan RI dan Direksi Lima BUMN yaitu Setyanto P. Santosa Direktur Utama PT. Telkom, Ridwan Fatarudin-Direktur Utama PT. MNA, Sjaiful Amir-Direktur Keuangan Pupuk Sriwidjaja, Ida Bagus Putu Sarga-Direktur Utama PT. Jasa Raharja dan Ahmad Soebianto-Deputi Ketua BPIS. [7]



Reference :

eprints.polsri.ac.id/2611/2/BAB_II.pdf
https://iia-indonesia.org/?page_id=383
https://lpai.co.id/about/
http://www.komiteaudit.or.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pemeriksa_Keuangan_Republik_Indonesia#Sejarah
http://www.bpk.go.id/page/sejarah
http://ypia.co.id/sejarah-ypia/


Sabtu, 17 Oktober 2020

Standard dan Panduan Untuk Audit Sistem Informasi 






Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^
Jadi pada artikel saya kali ini saya akan membahas tentang Standard dan Panduan Untuk Audit Sistem Informasi Secara singkat . Nah disini terdapat beberapa pembahasan, diantaranya ISACA, IAA COSO dan ISO1799. Semoga bisa bermanfaat dan Selamat membaca ya !!

1. ISACA



ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.


ISACA didirikan oleh individu yang mengenali kebutuhan untuk sumber informasi terpusat dan bimbingan dalam bidang tumbuh kontrol audit untuk sistem komputer. Hari ini, ISACA memiliki lebih dari 115.000 konstituen di seluruh dunia dan telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia.


ISACA mulai pada tahun 1967, ketika sekelompok kecil orang dengan kontrol pekerjaan-audit serupa di sistem komputer yang menjadi semakin penting untuk operasi mereka organisasi-duduk untuk membahas perlunya sumber informasi terpusat dan bimbingan dalam bidang. Pada tahun 1969, kelompok formal, menggabungkan sebagai Asosiasi EDP Auditor. Pada tahun 1976 asosiasi membentuk yayasan pendidikan untuk melakukan upaya penelitian besar-besaran untuk memperluas pengetahuan dan nilai tata kelola TI dan bidang kontrol. Sebelumnya dikenal sebagai Audit Sistem Informasi dan Control Association, ISACA sekarang berjalan dengan singkatan saja, untuk mencerminkan berbagai profesional TI pemerintahan yang dilayaninya.


Menurut ISACA, pemegang gelar CISA mempunyai competitive advantage dengan memastikan bahwa:

1. Audit sistem informasi dilakukan sesuai dengan standar, panduan, dan best practises terkait

2. Suatu perusahaan melaksanakan tata-kelola teknologi informasi (corporate governance of IT)

3. Manajemen atas sistem dan infrastruktur IT (systems and infrastructure life cycle management) dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan

4. Arsitektur keamanan didesain untuk menjaga prinsip kerahasiaan (confidentiality),integritas (integrity),dan ketersediaan (availability) atas information assets

5. Program disaster recovery dan business continuity direncanakan dengan baik dan dampak resikonya diminimalisir


Berikut beberapa pengakuan atas sertifikasi CISA dari beberapa lembaga:

1. Departemen Pertahanan Amerika (US Department of Defence) mengharuskan staff information assurance-nya memiliki sertifikat tertentu, di antaranya gelar CISA

2. Undang-undang Keamanan Informasi di Korea mensyaratkan audit sistem informasi dilakukan oleh pemegang sertifikasi tertentu, misalnya CISA

3. Bursa Efek India mengakui sertifikasi profesional CISA sebagai salah satu prasyarat untuk melakukan systems audit

4. Menurut Undang-undang di Rumania, bank yang akan menerapkan sistem pembayaran elektronik (misalnya melalui internet) diharuskan melewati proses sertifikasi dahulu oleh auditor yang memiliki gelar CISA.


Ujian CISA ini dilakukan 2 kali setahun, sekitar bulan juni dan desember. Jumlah soal ujiannya ada 200, multiple-choice dan minimal harus bener 75% supaya lulus.


Ada 6 area/topik dalam ujian CISA

1. Information systems audit process (sekitar 10% dari total jumlah soal)

2. Information systems governance (15%)

3. Systems and infrastructure life cycle management (16%)

4. Information technology service delivery and support (14%)

5. Protection of information assets (31%)

6. Business continuity and disaster recovery (14%)


Supaya bisa dapat gelar CISA, gak cuma harus lulus ujian saja. Ada juga beberapa persyaratan lainnya:

1. Harus punya pengalaman 5 tahun dalam information systems audit, control, or security (bisa disubstitusi dengan persyaratan tertentu)

2. Mematuhi ISACA Code of Professional Ethics

3. Menjalankan IS Auditing Standards yang dikeluarkan ISACA

4. Ikut program CPE (Continuing Professional Education)


Syarat Kelulusan


ISACA menggunakan dan laporan nilai pada skala umum 200-800. Sebagai contoh, skor skala dari 800 mewakili nilai sempurna dengan semua pertanyaan dijawab dengan benar; skor skala dari 200 adalah skor terendah mungkin dan menandakan bahwa hanya sejumlah kecil pertanyaan yang dijawab dengan benar. Calon harus menerima skor 450 atau lebih tinggi untuk lulus ujian.Sebuah skor 450 merupakan standar yang konsisten minimal pengetahuan sebagaimana ditetapkan oleh ISACA CISA Komite Sertifikasi itu. Seorang kandidat menerima nilai kelulusan kemudian dapat mengajukan permohonan sertifikasi jika semua persyaratan lain terpenuhi.


2. IIA COSO



Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO telah menyusun suatu definisi umum untuk pengendalian, standar, dan kriteria internal yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai sistem pengendalian mereka. COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional: American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association (AAA), Financial Executives Institute (FEI), The Institute of Internal Auditors (IIA) dan The Institute of Management Accountants (IMA).


Pengendalian intern, yang penggunaannya mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses operasional dalam konteks organisasional, sehingga perbaikan dan kontrol dapat dilakukan secara menyeluruh.


3. ISO 1799

ISO / IEC 17799: 2005 menetapkan pedoman dan prinsip umum untuk memulai, menerapkan, memelihara, dan memperbaiki manajemen keamanan informasi dalam sebuah organisasi. Tujuan yang diuraikan memberikan panduan umum mengenai tujuan umum manajemen keamanan informasi yang diterima secara umum. ISO / IEC 17799: 2005 berisi praktik terbaik pengendalian dan pengendalian pengendalian di bidang pengelolaan keamanan informasi berikut :

· pengorganisasian keamanan informasi;

· manajemen aset;

· keamanan sumber daya manusia;

· keamanan fisik dan lingkungan;

· komunikasi dan manajemen operasi;

· kontrol akses;

· akuisisi sistem informasi, pengembangan dan pemeliharaan;

· manajemen insiden keamanan informasi;

· manajemen kontinuitas bisnis;

· pemenuhan.



Reference :



https://id.wikipedia.org/wiki/ISACA

https://id.wikipedia.org/wiki/COSO

https://www.iso.org/standard/39612.html







Analisis Risiko

ANALISIS RISIKO 







Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^
Jadi pada artikel saya kali ini saya akan membahas tentang Analisis Resiko. Semoga bisa bermanfaat dan Selamat membaca ya !!



Pengertian Analisis Resiko


Analisis risiko adalah sebuah teknik untuk mengidentifikasi dan menilai faktor-faktor yang dapat membahayakan keberhasilan sebuah bisnis, program, proyek, atau individu untuk mencapai tujuan. Teknik ini juga membantu menentukan tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan faktor itu terjadi dan mengidentifikasi tindakan yang berhasil menangani kendala-kendala yang berkembang.

Analisis risiko merupakan bagian dari manajemen risiko, yang terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut :
Identifikasi kemungkinan kondisi, peristiwa, atau situasi negatif eksternal dan internal
Penentuan hubungan sebab-akibat antara peluang kejadian, skalanya, dan kemungkinan dampaknya
Evaluasi berbagai dampak di bawah asumsi dan probabilitas yang berbeda
Penerapan teknik kualitatif dan kuantitatif untuk mengurangi ketidakpastian dari dampak dan biaya, kewajiban, atau kerugian.



Tipe Analisis Resiko


Analisis risiko akan tergantung informasi risiko dan data yang tersedia. Metode analisis yang digunakan bisa bersifat kualitatif, semi kuantitatif, atau kuantitatif bahkan kombinasi dari ketiganya tergantung dari situasi dan kondisinya.

Urutan kompleksitas serta besarnya biaya analisis (dari kecil hingga besar) adalah: kualitatif, semi kuantitatif, dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk memberikan gambaran umum tentang level risiko. Setelah itu dapat dilakukan analisis semi kuantitatif ataupun kuantitatif untuk lebih merinci level risiko yang ada.

Penjelasan tentang karakteristik jenis-jenis analisis tersebut dapat dilihat dibawah ini:

Analisis Kualitatif


Analisis kualitatif menggunakan bentuk kata atau skala deskriptif untuk menjelaskan seberapa besar potensi risiko yang akan diukur. Hasilnya misalnya risiko dapat termasuk dalam:
Risiko rendah
Risiko sedang
Risiko tinggi



Catatan: Tabel E1 dan E2 dalam lampiran E menggambarkan contoh bentuk kualitatif yang mudah atau skala deskriptif dari kemungkinan-kemungkinan yang ada. Tabel E3 adalah sebuah contoh dari sebuah matriks yang dibuat berdasarkan prioritas kelas dengan menggambungkan kemungkinan-kemungkinan tersebut. Tabel tersebut perlu ditata kembali sesuai kebutuhan dari organisasi yang individu atau subjek tertentu dari penilaian suatu risiko.

Analisis kualitatif digunakan untuk kegiatan skrining awal pada risiko yang membutuhkan analisis lebih rinci dan lebih mendalam.

Analisis Semi-Kuantitatif


Pada analisis semi kuantitatif, skala kualitatif yang telah disebutkan diatas diberi nilai. Setiap nilai yang diberikan haruslah menggambarkan derajat konsekuensi maupun probabilitas dari risiko yang ada. Misalnya suatu risiko mempunyai tingkat probabilitas sangat mungkin terjadi, kemudian diberi nilai 100. setelah itu dilihat tingkat konsekuensi yang dapat terjadi sangat parah, lalu diberi nilai 50. Maka tingkat risiko adalah 100 x 50 = 5000. Nilai tingkat risiko ini kemudian dikonfirmasikan dengan tabel standar yang ada (misalnya dari ANZS/ Australian New Zealand Standard, No. 96, 1999).

Kehati-hatian harus dilakukan dalam menggunakan analisis semi-kuantitatif, karena nilai yang kita buat belum tentu mencerminkan kondisi obyektif yang ada dari sebuah risiko. Ketepatan perhitungan akan sangat bergantung kepada tingkat pengetahuan tim ahli dalam analisis tersebut terhadap proses terjadinya sebuah risiko. Oleh karena itu kegiatan analisis ini sebaiknya dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan background, tentu saja juga melibatkan manajer ataupun supervisor di bidang operasi.

Analisis Kuantitatif


Analisis dengan metode ini menggunakan nilai numerik. Kualitas dari analisis tergantung pada akurasi dan kelengkapan data yang ada. Konsekuensi dapat dihitung dengan menggunakan metode modeling hasil dari kejadian atau kumpulan kejadian atau dengan mempekirakan kemungkinan dari studi eksperimen atau data sekunder/ data terdahulu.

Probabilitas biasanya dihitung sebagai salah satu atau keduanya (exposure dan probability). Kedua variabel ini (probabilitas dan konsekuensi) kemudian digabung untuk menetapkan tingkat risiko yang ada. Tingkat risiko ini akan berbeda-beda menurut jenis risiko yang ada.



Reference :

KamusBisnis

Pengertian dan Artikel Blog

Jenis Jenis Audit

JENIS JENIS AUDIT 




Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^
Jadi pada artikel saya kali ini saya akan membahas tentang Jenis Jenis Audit Secara singkat . Nah disini terdapat beberapa pembahasan, diantaranya Audit internal, audit system informasi, audit kecurangan (fraud), serta external audit/audit keuangan. Semoga bisa bermanfaat dan Selamat membaca ya !!



1. Audit Internal



Apa itu Audit Internal?


Audit Internal adalah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan oleh auditor internal untuk memeriksa dan mengevaluasi kegiatan organisasi. Audit Internal hadir untuk membantu pencapaian tujuan perusahaan dengan memberikan penilaian yang tidak bias sehingga dapat menyampaikan rekomendasi yang memiliki nilai tambah bagi suatu perusahaan.

Audit Internal biasanya dilakukan oleh unit yang ada di dalam perusahaan yang memiliki tugas untuk melakukan audit terhadap perusahaan tersebut. Pelaksana Audit Internal adalah auditor internal.

Aktivitas Audit Internal menjadi sebuah pendukung utama bagi tercapainya tujuan pengendalian internal. Saat menjalankan tugasnya, auditor internal harus berlaku objektif dan kedudukannya di dalam perusahaan adalah independen.


Tujuan Audit Internal


Audit Internal memiliki tujuan untuk membantu manajemen organisasi dalam memberikan pertanggungjawaban yang efektif. Audit Internal akan melaksanakan analisis dan memberikan saran serta penilaian demi mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Audit Internal memberikan keyakinan pada manajemen untuk melakukan perbaikan atas sistem pengawasan perusahaan secara keseluruhan.

Untuk mencapai tujuan dari audit internal, maka auditor perlu melakukan beberapa hal di bawah ini:

· Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan dari sistem pengendalian manajemen, pengendalian internal dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.

· Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana, dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.

· Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan, dan penyalahgunaan.

· Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam perusahaan dapat dipercaya.

· Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam perusahaan untuk melaksanakan tugasnya.

· Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional untuk peningkatan efisiensi & efektifitas.


Fungsi Audit Internal


Berikut ini adalah fungsi audit internal:

· Melakukan pengawasan atas semua aktivitas yang sulit ditangani oleh pimpinan puncak.

· Melakukan identifikasi dan meminimalisasi resiko.

· Mendukung dan membantu manajemen seputar bidang teknis.

· Melakukan laporan validasi pada manajer.

· Membantu proses pengambilan keputusan.

· Melakukan analisis untuk masa yang akan datang.

· Membantu manajer dalam hal pengelolaan perusahaan.



2. Audit System Informasi


Yaitu pemeriksaan yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses data akuntansi.

Umumnya menggunakan system Elektronik Data Processing (EDP). Disini Auditor harus memperhatikan hal-hal berikut :
Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan computer baik program, komunikasi, atau data dari akses yang tidak sah, modifikasi bahkan penghancuran.
Pengembangan program yang dilakukan atas otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen perusahaan.
Pemrosesan transaksi, file, laporan dan catatan computer dengan akurat dan lengkap.
Data file laporan yang tersimpan di computer sangat dijaga kerahasiaanya.



3. Audit Kecurangan (Fraud)


Fraud auditing atau audit kecurangan adalah upaya untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan dalam transaksi-transaksi komersial. Untuk dapat melakukan audit kecurangan terhadap pembukuan dan transaksi komersial memerlukan gabungan dua keterampilan, yaitu sebagai auditor yang terlatih dan kriminal investigator.



4. External audit/audit keuangan

Apa itu Audit Eksternal?


Pengertian dari audit eksternal adalah sebuah audit yang dilakukan oleh badan eksternal yang memenuhi syarat-syarat. Audit eksternal menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami maka definisi dari audit eksternal adalah suatu pemeriksaan secara berkala pada pembukuan atau catatan dari suatu entitas yang dilakukan pihak ketiga secara independen.


Tujuan Audit Eksternal


Tujuan dari audit eksternal adalah untuk mengetahui apakah laporan keuangan tahunan perusahaan atau organisasi menyajikan kondisi yang riil tentang keadaan finansial perusahaan atau organisasi terkait. Selain itu apakah dana milik instansi tersebut telah benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati atau dimuat dalam konstitusi. Tetapi, auditor eksternal tidak memeriksa seluruh laporan keuangan satu demi satu secara mendetail karena akan membutuhkan waktu yang sangat lama, sementara mereka hanya memiliki waktu yang terbatas dalam menyelesaikan tugasnya. Jadi auditor hanya menguji beberapa sample transaksi untuk mengetahui validitasnya.

Hal-hal dibawah ini bukanlah tujuan utama audit eksternal yaitu:

1. Menyiapkan laporan keuangan

2. Menyatakan bahwa sistem kontrol keuangan intern yang selama ini dijalankan merupakan sistem yang efektif

3. Memberikan catatan yang menyatakan “tidak terdapat masalah”

4. Menyelidiki bawah laporan keuangan 100% dibuat tanpa ada kesalahan


Ciri - ciri dari Auditor Eksternal


· Berada di luar organisasi yang diperiksa

· Bertugas melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban

· Tujuan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan

· Hasil pemeriksaan lebih objektif

· Layak untuk diberikan kepada public


Fungsi Audit Eksternal


Memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan operasional dan bisnis dari suatu perusahaan, selain sistem pengawasan yang dilakukan oleh audit internal.



Jumat, 20 Maret 2020

DESAIN GRAFIS





Hallo semuanya terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, semoga postingan saya bisa bermanfaat. Jangan lupa untuk berkunjung juga ke channel Youtube saya, bisa klik DISINI atau link yang ada di menu. ~ THANK YOU ~


Oke kita masuk ke pembahasan yang pertama yaitu Defini atau pengertian Desain Grafis serta perkembangannya…


A. Pengertian Desain Grafis




Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain artinya proses atau tindakan dengan segala sesuatu sebelum dilakukan atau dilakukan. Sementara Grafis adalah titik atau garis yang berkaitan dengan cetak nilai. Dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang memerlukan pemikiran khusus dari individu yang dapat difasilitasi elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan gambar yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar 

Kemudian dibebaskan dari Wikipedia bahasa Indonesia, Desain Grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang dapat dibunyikan. desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan seni rupa . Seperti jenis desain lain, desain grafis yang dapat dibuat untuk proses pembuatan, metoda perencanaan, produk yang dihasilkan (desain), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain). Seni desain grafis sesuai kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk tipografi ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak. 

B. Perkembangan Desain grafis




1. Sejarah awal


Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (tanda & simbol) yang berbentuk gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih langsung dan ekspresif, dengan dasar referensi alam (flora, fauna, pemandangan dan lain-lain). Tulisan / aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih rumit dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia mulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. 

Contohnya seperti yang ditemukan di gua dinding Lascaux, Perancis. 

2. Era Cetak


Desain grafis berkembang seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah sebuah pengembangan revolusioner yang menghasilkan buku massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa. 

Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer, ia memenangkan “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang dikirim pada tahun 1456. ilustrasi di Jerman lebih penting untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ikon realis dan tidak banyak. Seniman bernilai antara lain Lucas Cranach dengan karyanya "Where of Babilon". 

Pada perkembangan selanjutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang menggunakan teknik cetak tinggi, teknik cetak litografi menggunakan teknik cetak datar yang menggunakan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi ini dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Teknik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran lebih lanjut dalam bentuk blok-blok dan juga ukuran besar, juga memungkinkan mengatasi pengaturan warna. Poster masa depan. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai "Zaman Keemasan Poster". 

Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya pemenang “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “ Enu des Sirenes ”(1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset. 

Desain grafis berkembang pesat setelah ditemukan tulisan dan mesin cetak. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama telah membawa peradaban baru dalam sejarah peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, dan juga alfabet latin yang dibawa dari Yunani. 

Pada saat ini ada mesin cetak dan komputer juga merupakan dua hal yang penting pengembangan aplikasi grafis desain terbaru untuk diterapkan dalam periklanan dunia, pengemasan, perfilman, dan lain-lain. Koran, majalah, tabloid, situs web yang sehari-hari kita lihat adalah produk desain grafis. Sebenarnya kartun Spongebob Squarepants lebih terkenal dengan sebutan kartun yang sering kita tonton di televisi merupakan bagian dari produk desain grafis. 

Selanjutnya masuk ke pembahasan yang kedua yaitu Kategori Desain Grafis…



Desain grafis memiliki beberapa kategori di dalamnya, diantaranya


1. Printing (Percetakan)


Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi. Printing sendiri memuat memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis dalam bentuk cetak. 

2. Web Desain


Web desain adalah istilah umum yang digunakan mencakup bagaimana isi web konten ditampilkan, (biasanya berupa hypertext atau hypermedia) yang dikirimkan ke pengguna akhir melalui World Wide Web, dengan menggunakan sebuah browser web atau perangkat lunak berbasis web. Tujuan dari web design adalah untuk membuat website—sekumpulan konten online termasuk dokumen dan aplikasi yang berada pada server web / server. 

3. Film


Desain grafis yang berkaitan dengan industri perfilman dan TV mencakup beberapa kegiatan, antara lain, konsep visual, story board, tittle & credits, spesial effect, stage design, sampai ke materi promosi berupa spanduk, poster film, iklan dan juga materi hasil produksi berupa VCD atau DVD dari film tersebut. 

4. EGD (Environmental Grafhic Desain), Identifikasi Logo


Kedua bidang (EGD dan Logo) merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman. 

5. Desain Produk


Desain produk bisa disebut juga sebagai Industrial Design yang merupakan bidang ilmu dalam perencanaan dan perancangan barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebuah karya desain dianggap sebagai kekayaan intelektual karena merupakan hasil buah pikiran dan kreatifitas dari pendesainnya, sehingga dilindungi hak ciptanya oleh pemerintah melalui Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri.Jangka waktu perlindungan untuk desain industri adalah 10 tahun terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan Desain Industri ke Kantor Ditjen Hak Kekayaan Intelektual. 


Oke, jadi gimana temen-temen penjelasan singkat seputar Desain Grafis nya ? Mungkin temen-temen bisa menyimpulkan sendiri ya. Dan kalua masih ada yang kurang temen-temen bisa mencari lagi di sumber-sumber yang lain hehe…


Referensi :


http://hi-riski.blogspot.com/2014/11/desain-pemodelan-grafik-definisi-dan.html

https://saidoen.com/belajar-desain-grafis/

http://mydesignhitz.blogspot.com/2018/06/pengertian-desain-grafis-dan-contohnya.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis

https://idseducation.com/articles/lima-kategori-dalam-desain-grafis/

http://aqillafadiahaya.blogspot.com/2016/05/kategori-kategori-dalam-desain-grafis.html

https://jokosupriyadi18.wordpress.com/2013/04/14/lima-kategori-pada-desain-grafis/

Sabtu, 28 Desember 2019

Machine Learning


MACHINE LEARNING


Hasil gambar untuk machine learning

Hallo semuanya...!!  Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^
Jadi pada artikel saya kali ini saya akan membahas tentang Machine Learning. Nah disini terdapat beberapa pembahasan, diantaranya Definisi, Sejarah, Konsep Dasar, serta Penjelasan dan Studi kasus di Dunia Nyata. Semoga bisa bermanfaat dan Selamat membaca ya !!

Apa itu Maachine Learning ?


A.    Definisi

Machine Learning adalah cabang aplikasi dari Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) yang focus pada pengembangan sebuah sistem yang mampu belajar "sendiri" tanpa harus berulang kali di program oleh manusia.

Aplikasi Machine learning membutuhkan Data sebagai bahan belajar (training) sebelum mengeluarkan output. Aplikasi sejenis ini juga biasanya berada dalam domain spesifik alias tidak bisa diterapkan secara general untuk semua permasalahan. 

Sebagai contoh: Aplikasi Pengenalan Gambar, Aplikasi Asisten pribadi seperti Siri, Google dll, Chat Bot, Pengenal Wajah, Mobil otonom dan domain-domain spesifik lainnya. 

Sejarah Maachine Learning ?


B.     Sejarah

Sejak pertama kali komputer diciptakan manusia sudah memikirkan bagaimana caranya agar komputer dapat belajar dari pengalaman. Hal tersebut terbukti pada tahun 1952, Arthur Samuel menciptakan sebuah program, game of checkers, pada sebuah komputer IBM. Program tersebut dapat mempelajari gerakan untuk memenangkan permainan checkers dan menyimpan gerakan tersebut kedalam memorinya.
Istilah machine learning pada dasarnya adalah proses komputer untuk belajar dari data (learn from data). Tanpa adanya data, komputer tidak akan bisa belajar apa-apa. Oleh karena itu jika kita ingin belajar machine learning, pasti akan terus berinteraksi dengan data. Semua pengetahuan machine learning pasti akan melibatkan data. Data bisa saja sama, akan tetapi algoritma dan pendekatan nya berbeda-beda untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Bagaimana Cara Kerja / Konsep Dasar Maachine Learning ?


C.    Konsep Dasar Machine Learning

Ø  Memilah Data
Pertama, data yang akan digunakan “diajarkan” pada tahapan memilah datadipisahkan menjadi tiga bagian, yaitu training data (data yang akan dilatih), validation data (data yang dipakai untuk validasi) dan test data (data yang dipakai untuk percobaan prediksi). Hal ini juga menegaskan bahwa machine learning yaitu suatu hal yang sangat bergantung pada adanya data.

Ø  Model Data dan Validasi Model
Tahap selanjutnya adalah membuat model data. Dalam hal ini, kita harus menggunakan training data yang sudah disiapkan untuk membangun model menggunakan fitur yang disesuaikan dengan tujuan pengembangan sistem komputer ini. Setelah itu barulah dilakukan validasi model yaitu pengujian terhadap model data dengan validation data. Hal ini bermanfaat untuk mendapat feedback dari input, proses serta output yang dipakai.

Ø  Test Model dan Penggunaan Test Model
Dalam tahap ini kita akan semakin mengerti bahwa ilmu pemrosesan bahasa alami adalah kategori AI yang hanya bisa bekerja dengan adanya data. Pada tahap ini akan dilakukan perbandingan kinerja model yang telah divalidasi dengan data percobaan prediksi atau test data. Selanjutnya baru bisa dilakukan pengaplikasian model yang telah dilatih tersebut untuk membuat prediksi pada data baru lagi. Setelah dilakukan tiga tahap utama di atas, barulah akan dilakukan penyesuain model untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan kebutuhan. Yang perlu diingat yaitu ilmu pembelajaran mesin ini adalah sesuatu yang bukan apa-apa tanpa data. Dalam hal penyesuain model pun, dilakukan perbaikan kinerja dengan menggunakan lebih banyak data lagi, fitur yang berbeda serta parameter yang lebih disesuaikan.

Terakhir Bagaimana Dengan Aplikasi Machine Learning dalam Kehidupan Sehari – Hari


D.    Penjelasan dan Contoh Studi Kasus Didunia Nyata

Saat ini pengaplikasiannya bisa dikatakan sudah banyak diterapkan di sekililing kita. Penerapan dari teknologi ini mau tidak mau pasti sudah dirasakan oleh masyarakat secara luas. Nyatanya, saat ini ilmu mesin AI menjadi sesuatu yang sudah diterapkan di berbagai industri dan bidang seperti berikut ini.


Ø  Di Bidang Kedokteran
Salah satu penerapan kecerdasan buatan bisa kita temukan di bidang kedokteran. Contohnya dalam mendeteksi penyakit yang terjadi pada seseorang melalui gejala yang dilihat atau dirasakan. Contoh lainnya adalah penggunaan rekaman elektrokardiogram untuk mendeteksi adanya penyakit jantung. Dari hal ini, bisa dilihat bahwa machine learning menjadi suatu hal yang penting dalam kemajuan bidang kedokteran serta upaya peningkatan kesehatan.

Ø  Di Bidang Computer Vision
Computer vision sendiri merupakan proses bagaimana komputer atau mesin dapat melihat. Dalam hal ini mempelajari bagaimana mesin atau komputer mengekstrak informasi dari gambar tertentu untuk menyelesaikan suatu tugas. Contoh penerapannya dalam bidang ini adalah penerapan pengenalan wajah serta pelabelan wajah seperti yang ada pada Facebook.

Ø  Di Bidang Information Retrival
Apa itu information retrieval? Mudahnya, information retrieval atau IR ini merupakan proses mencari untuk kemudian mendapatkan apa yang dicari tersebut. Dalam bidang ini, machine learning bisa ditemukan dalam banyak hal. Salah satu contohnya pada penerjemahan bahasa pada komputer. Selain itu biasanya juga diterapkan dalam proses mengubah suara menjadi teks serta sistem filter spam di email. Itulah beberapa contoh aplikasi machine learning dalam kehidupan sehari-hari. Dari situ, dapat dilihat bahwa ilmu mesin dan manusia adalah sesuatu yang cukup menarik untuk dipelajari lebih dalam terutama bagi kalian yang ingin membuat terobosan-terobosan baru dalam bidang teknologi. Selain itu, kita juga bisa terus berkarya mengembangkan teknologi kecerdasan buatan tersebut.


Oke mungkin sekian dulu penjelasan singkat dari Definisi, Sejarah, Konsep Dasar, serta Penjelasan dan Studi kasus di Dunia Nyata pada Machine Learning. Semoga bisa bermanfaat buat teman- teman semua ya !!



REFERENSI



Senin, 01 Juli 2019

Web Pendaftaran Seminar

WEB PENDAFTARAN SEMINAR




A. PERANCANGANNYA


Dalam perancangannya kami menggunakan :

1. HTML

Aplikasi web yang paling dasar ditulis menggunakan HTML. Sebagaimana diketahui, HTML (hypertext markup language) adalah bahasa standar untuk membuat halaman-halaman web, sebagai contoh, berikut adalah kode HTML (disimpan dengan ekstensi .htm atau .html).

2. PHP (Hypertext Preprocessor)

PHP merupakan bahasa pemrograman yang paling populer dan banyak digunakan untuk pemrograman web, PHP disebut juga pemrograman server side, artinya program dijalankan pada server. Skema yang memungkinkan suatu aplikasi berinteraksi dengan database menggunakan PHP.

3. Database MySQL

MySQL merupakan database multiuser yang menggunakan bahasa Structure Query Language (SQL). MySQL dalam operasi client-server, melibatkan server-daemon MySQL di sisi server dan berbagai macam program, serta library yang berjalan di sisi client. MySQL mampu menangani data yang cukup besar.

4. Bootstrap

Bootstrap adalah open-source framework (kerangka kerja pemrograman) front-end (library) yang bebas (gratis) untuk merancang situs web dan aplikasi web. Framework ini berisi template desain berbasis HTML dan CSS untuk tipografi, formulir, tombol, navigasi dan komponen antarmuka lainnya, serta juga ekstensi opsional JavaScript. Tidak seperti kebanyakan framework web lainnya, framework ini hanya fokus pada pengembangan front-end saja.

B. FITUR-FITUR YANG TERDAPAT PADA MENU


1. Home


Merupakan tampilan awal/ landing page ketika web dibuka. Pada halaman ini tedapat sedikit info info seputar acara seminar, pembicara sekaligus bintang tamu seminar, sponsor dan media partner dan lainnya.



2. Daftar


Merupakan tampilan sekaligus form pebdaftaran bagi peserta yang ingin mengikuti semiarnya. Dimana jika waktu pendaftarannya sudah ditutup maka dia akan menutup secara otomatis.



3. Event


Pada halaman ini terdapat 2 menu yaitu :

· Upcoming Event, atau acara event yang akan datang.




· Event detail yaitu event yang sedang berjalan.





4. Contact


Merupakan Info seputar Tempat dan Juga Contact Personnya.



5. ADMIN


Merupakan halaman dimana sang admin bisa melihat data peserta seminar melalui web sekaligus juga bisa mendowlload data pesertanya dalam bentuk pdf, exel, atau bisa langsung mencetak datanya.

Pada halaman ini terdapat 2 halaman yaitu :

· Yang pertama ada halaman login, dimana hanya admin yang tau passwordnya



· Yang kedua halaman utama, yaitu halam dimana adminnya bisa melihat sekaligus bisa mendownload datanya dalam bentuk pdf, ataupun exel.



Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia  Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^ Jadi pad...