Minggu, 21 April 2019

Strategi Membangun Aplikasi Teknologi Pelayanan Manajemen Sistem Informasi Dalam Meningkatkan Profit Perusahaan

Strategi Membangun Aplikasi Teknologi Pelayanan Manajemen Sistem Informasi Dalam Meningkatkan Profit Perusahaan



Hallo semuanya...!! Jadi pada artikel saya kali ini saya akan membahas tentang Strategi Membangun Aplikasi Teknologi Pelayanan Manajemen Sistem Informasi Dalam Meningkatkan Profit Perusahaan. Nah disini terdapat 2 strategi yang bisa dipelajari dan semoga bisa bermanfaat. Jadi Selamat membaca ya !!

1. Strategi Manajemen


Manajemen strategis adalah disiplin Ilmu yang relatip masih muda. Bidangnya meliputi pengetahuan manajemen yang paling mutahir dan cabang ilmu lain yang bersinggungan dengan masaalah-masalah kewirausahaan mencari laba dan yang tidak mencari laba.

Sebagai bagian dari kajian pengelolan perusahaan maupun organisasi lain yang tidak mengutamakan pencarian laba, manajemen strategis harus bersinggungan secara multi disipliner yang erat kaitannya dengan kewirausaahan. Diantaranya disiplin ilmu ekonomi, manajemen secara umum, pemasaran, keuangan dan manajemen operasional.

Satu hal yang membedakan kajian manajemen strategis dengan manajemen umum adalah keluasan cakrawala dan jangkauan waktu. Perusahaan atau organisasi dituntut berprespektif jauh dan bersifat dinamis, untuk selalu memposisikan perusahaan dengan lingkungan luarnya. Sedangkan untuk manajemen umum biasanya hanya berjangkauan waktu pendek dan belum memposisikan perusahaan dengan lingkungan luar.

Pada tahun tahun terakhir ini sangat disadari tantangan yang dihadapi perusahaan dan organisasi makin rumit sesuai dengan perkembangan teknologi, teknologi informatika dan gelombang kemajuan yang tidak pernah berhenti. Lingkungan usaha saat ini harus mengantisipasi persaingan global, keterbatasan sumber daya, kecepatan perubahan pasar dan lain sebagainya.Hal ini mengakibatkan pendekatan secara multi disipliner dari bidang ilmu yang disebutkan di atas menjadi tidak cukup.

Penerapan konsep lama seperti perencanaan strategis ternyata sudah kadaluwarsa. Karena kecepatan perubahan lingkungan yang harus diantisipasi untuk dapat bertahan pada lingkungan yang bersaing secara ketat, disiplin ilmu baru seperti psikologi, sosiologi, politik, antropologi memperluas dan memperkaya dasar dari disiplin ilmu managen strategis.

Manajemen strategis sebagai disiplin ilmu bersifat ganda, yaitu memasuki disiplin ilmu bersifat ketrampilan, seperti manajemen sumber daya, manajemen keuangan, manajemen organisasi dan lain sebagainya dengan disiplin ilmu yang lebih abstrak dan filosofis.

Berbagai disiplin ilmu berinteraksi secara multi disipliner untuk melahirkan pemikiran secara strategis bagi perusahaan atau organisasi untuk dapat meningkatkan kinerja dan mampu pula memberikan reaksi terhadap tantangan dari luar. Pemikiran strategis dalam rangka manajemen strategis, menuntut suatu visi yang memberikan arahan tujuan dari organisasi serta pembentukan budaya organisasi dalam menghadapi tantangan dari lingkungan.

2. Aspek-Aspek Perilaku Strategi


Setiap strategi hanyalah alat yang tergantung kepada pelakunya. Sebaik baiknya strategi secara konsepsi tidak mempunyai makna jika dilaksanakan dengan penyimpangan, baik itu disadari maupun tidak disadari. Strategi yang handal hanya akan bermanfaat jika dilaksankan dengan baik. Strategi yang baik memerlukan organisasi serta manusia yang akan melaksanakannya. Terutama sekali menjadi penting untuk pemimpin puncak organisasi atau perusahaan dengan petingg petinggi lainnya untuk menggerakkan seluruh anggota organisasi dalam menterjemahkan strategi perusahaan menjadi kenyataan secara efektif.

Terdapat tiga perangkat lunak yang harus diberdayakan untuk dapat mengimplimentasikan strategi yang telah disepakati, yaitu kepemimpinan dari setiap tingkatan manajemen(pengelola), kekuasaan yang dipunyai dan budaya organisasi. Kepemimpinan serta kekuasaan yang ada harus mampu mempengaruhi perilaku anggota organisasi sehingga sehingga semua usaha yang dilakukan individu menuju sasaran yang tepat. Semua organisasi mempunyai budaya. Pemimpin puncak serta pengelola lainnya harus mengetahui budaya perusahaan dan mampu mengelolanya sedemikian rupa menjadi fasilitator yang baik bagi pelaksanaan strategi organisasi atau perusahaan.

Jadi Kesimpulan nya adalah....


Kemajuan teknologi yang sangat pesat, mengakibatkan kebutuhan manusia juga semakin meningkat, salah satunya adalah kebutuhan tentang informasi. Informasi menjadi kebutuhan manusia untuk mengetahui berbagai hal yang terjadi untuk berbagai keperluan, hal ini membuat teknologi informasi terus berkembang. Berbagai informasi dapat diperoleh baik berupa off-line maupun secara on-line dimana informasi tersebut dapat diperoleh melalui jaringan internet seperti website. Informasi melalui website dengan bantuan internet melalui jaringan bisa dijadikan media promosi dan penyampaian informasi yang cepat dan akurat karena dapat diakses tanpa batasan waktu.




Refrensi :

Brown, I. T. J. (2002) “Individual and Technological Factors Affecting Perceived Ease of Use of Web-based Learning Technologies in Developing Country”, The Electronic Journal on Information Systems in Developing Countries; 9, 5, pp. 1-15.

Chambers, T. A. and C. M. Parker (2000), Factors Motivating and Inhibitting the Use of Web Commerce by Rural Small Bussiness, School of Management System, Deakin University, Burwood.

Chen, Y. and J. Zhu (2004), “Measuring Information Technology's Indirect Impact on Firm Performance”, Information Technology and Management: 5, 1-2; ABI/INFORM Global, p. 9.

Davis, F. D. (1989), “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, And User Acceptance of Information Technology”, MIS Quarterly: 13, 3; p. 319.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia

Lembaga Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia  Hallo semuanya...!! Gimana kabar kalian ? Pastinya baik-baik aja kan hehe ^_^ Jadi pad...